Tag: jurnalistik

  • Paradoks Hahaha

    Makin ke sini, hidup makin kelihatan paradoksnya — tidak cuma hitam-putih dan benar-salah. Ia abu-abu, mejikuhibiniu, ambigu, tidak pasti tapi mewujudnyata setiap waktu.

  • Paten-isasi Drumblek Salatiga

    Drumblek asli mana? Pertanyaan ini beberapa kali muncul dalam forum diskusi gelaran Salatiga Diskusi Intelektual (SDI), pada Kamis sore, 24 November 2016.

  • Melacak Dokumen Kemelut

    Kejadian ini sempat menjadi isu nasional dan secara rutin diberitakan oleh media massa saat itu. Perpustakaan Notohamidjojo punya peran penting dalam merekam setiap kejadian periode itu. Ini kisah mengenai kerja-kerja sunyi pengarsipan.

  • [WAWANCARA] Ariel Heryanto: Seakan-akan Sudah Ada ‘Rekonsiliasi’

    Ini adalah korespondensi dengan Ariel untuk produksi majalah Scientiarum tahun 2016. Di dalamnya, Ariel menjelaskan betapa konflik UKSW dapat dipahami dalam lanskap yang lebih luas.

  • [WAWANCARA] Stanley Adi ‘Pers-setyo’ dan Kuliah Aktivisme

    Karir Yosep “Stanley” Adi Prasetyo di dunia pers, bermula di Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga. Selesai sekolah di Malang, Stanley memilih lanjut ke Fakultas Teknik Jurusan Elektro pada 1980. Di “fakultas sandal jepit” itu Stanley bersama rekannya mendirikan majalah mahasiswa Elektro: Imbas.

  • Tat Twam Asi

    Harmoni bagi orang Bali senantiasa utama. Namun maksud menjaga keselarasan ini justru malah melahirkan kekerasan, tatkala mereka salah mengartikan makna keseimbangan, keragaman, dan kebersamaan. Yang berani beda, bisa jadi bernasib disingkirkan. Kalau bisa dimusnahkan. Mengapa? Karena dianggap merusak harmoni. Bila sudah begitu, hukum adat bisa dijadikan senjata untuk menikam. Orang Bali tidak kunjung sadar. Dengan…

  • John Titaley: I’m Not Going To Tell You

    Untuk menggali lebih dalam terkait jejak Forkompinda, SA melakukan penjajagan awal dengan mewawancarai narasumber terdekat bila ditarik garis dari kantor SA: John Titaley, Rektor UKSW.

  • Jejak Teddy Sulistio Pada Pemberedelan Lentera

    Menyoal pemberedelan majalah Lentera, beberapa minggu ini UKSW masih disebut-sebut dalam ragam pemberitaan media. Tetapi, nampaknya perusahaan media secara tak sengaja, ‘sepakat melokalisir’ isu regional ini menjadi isu kampus saja.

  • Berdiri Untuk Lentera

    “Waktu itu, Pak rektor ngomong kalau majalah kami dipermasalahkan oleh beberapa pihak,” tukas Arista Ayu Nanda, Pemimpin Umum Lentera.

  • Selain Lotek, Atien ‘Menjual’ Keramahan

    PKL depan kampus mendapat surat larangan dari pemkot perihal kegiatan mereka. Kegiatan PKL sempat mati suri. Keputusan pemkot membuat PKL gelisah. Beberapa perwakilan PKL yang vokal, Atien salah satunya, menuntut hak mereka ke kantor Pemkot.