{"id":51,"date":"2021-08-01T19:03:00","date_gmt":"2021-08-01T12:03:00","guid":{"rendered":"https:\/\/arya.adikristya.com\/puisi\/?p=51"},"modified":"2023-08-28T22:51:26","modified_gmt":"2023-08-28T15:51:26","slug":"ida","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/arya.adikristya.com\/puisi\/ida\/","title":{"rendered":"Ida"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namanya Ida.<br>Guruku paling pertama di jenjang SD.<br>Rambut bergelombang,<br>potongan pendek polwan,<br>kacamata bingkai kotak.<br>Gincu andalan warna ungu sore,<br>berpadu dengan muka seputih gabus,<br>dan jumlah senyumnya bisa disensus.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aku pernah kena marah,<br>karena lemah di matematika<br>yang sepanjang masa sekolah<br>hanya kujamah-jamah.<br>Mengapa aku tak pernah<br>diajarkan menggenggamnya?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ida juga sering memukulkan<br>penggaris kayu ke papan tulis atau meja,<br>agar kelas kondusif.<br>Tapi kondusif tidak sama dengan damai.<br>Bagiku, Ida menakutkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tapi ketakutan itu<br>tidak bertahan lama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mapel pertama pagi itu:<br>pendidikan olahraga dan olahrasa.<br>Sejak ganti baju,<br>badanku meriang.<br>Gigiku cenut-cenut, kumat.<br>Kupaksa ikut pelajaran,<br>karena takut omelan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hingga beberapa jenak<br>setelah perenggangan<br>kepala-pundak-lutut-kaki-lutut-kaki,<br>aku berserah diri<br>dan memilih mendengarkan desakan gigi.<br>Aku minta izin<br>meninggalkan lapangan, meninggalkan teman-teman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kembali ke kelas,<br>berdua saja dengan Ida.<br>Agak grogi sebenarnya.<br>Karena ini momen dua-duaan<br>sejak kumengenalnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Air mukanya dingin,<br>tapi kali ini pancarannya hangat.<br>Bagaikan oasis,<br>ketika telapak tangannya<br>bersauh teduh di dahiku<br>yang mulai demam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ida menelpon 8707707.<br>Orang rumah diminta menjemput.<br>Aku dimintanya menunggu di kelas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara dia merampungkan<br>tumpukan lembaran di mejanya.<br>Kuletakkan menyilang kedua<br>lenganku pada meja,<br>lalu kepala yang berat kubaringkan di atasnya.<br>Sebuah sikap memberontak paling dasar di sekolah dasar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lalu, semuanya terasa menjadi-jadi.<br>Cenut-cenut menjadi cuenut-cuenut.<br>Makin siang makin meriang.<br>Kudengar bunyi<br>lembaran kertas dibolak-balik<br>dari muka kelas,<br>lirih teman-teman sekelas<br>bercanda dan berlarian,<br>detak detik yang makin nyaring,<br>desau angin dingin<br>bertiupan di dalam kelas.<br>Semua itu membuatku tertidur ayam, pelan-pelan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sesekali aku terbangun.<br>Menengok jam dinding.<br>Merapatkan tangan<br>dan kepala.<br>Mengkalibrasi posisi terpewe.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Suatu ketika, aku benar-benar terbangun.<br>Kudongakkan kepala,<br>dan mataku memergoki Ida<br>sedang menatapku iba.<br>Sebuah tatapan yang langka.<br>Sebuah pengalaman yang ingin<br>kupamerkan kepada teman-teman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bapak sudah sampai,<br>Ida mengantarku sampai depan sekolah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sejak hari itu,<br>kemarahan Ida hari esok<br>tak pernah sengeri hari kemarin.<br>Laku dan tampaknya tetap dingin,<br>meski kutahu ada pondok hangat,<br>di sana,<br>di rupanya yang tampak dingin dan kering.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salatiga, 1-8-2021<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Namanya Ida.Guruku paling pertama di jenjang SD.Rambut bergelombang,potongan pendek polwan,kacamata bingkai kotak.Gincu andalan warna ungu sore,berpadu dengan muka seputih gabus,dan jumlah senyumnya bisa disensus. Aku pernah kena marah,karena lemah di matematikayang sepanjang masa sekolahhanya kujamah-jamah.Mengapa aku tak pernahdiajarkan menggenggamnya? Ida juga sering memukulkanpenggaris kayu ke papan tulis atau meja,agar kelas kondusif.Tapi kondusif tidak sama dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-51","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-puisi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/arya.adikristya.com\/puisi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/arya.adikristya.com\/puisi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/arya.adikristya.com\/puisi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arya.adikristya.com\/puisi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/arya.adikristya.com\/puisi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=51"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/arya.adikristya.com\/puisi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":52,"href":"https:\/\/arya.adikristya.com\/puisi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51\/revisions\/52"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/arya.adikristya.com\/puisi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=51"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/arya.adikristya.com\/puisi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=51"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/arya.adikristya.com\/puisi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=51"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}