Kategori: catatan

  • Terang Bulan Dingin

    Mencatat kepingan-kepingan kenangan masa kecil #2 When I saw the break of dayI wished that I could fly awayInstead of kneeling in the sandCatching tear-drops in my hand My heart is drenched in wineBut you’ll be on my mind forever “Don’t Know Why” – Norah Jones Malam, jam sembilan. Ibuk sudah mengingatkanku supaya menyiapkan buku pelajaran…

  • Hero

    Mencatat kepingan-kepingan kenangan masa kecil #1 I, I can remember Standing, by the wallAnd the guns, shot above our headsAnd we kissed, as though nothing could fallAnd the shame, was on the other sideOh, we can beat them, forever and everThen we could be heroes, just for one day “Heroes” – David Bowie Bagiku, berada di luar…

  • Gempa Rasanya

    Siang itu aku diajaknya keliling kota yang tak pernah kukenali. Kami naik mobil mengitari sebuah persimpangan yang luas dan lebih terang daripada siang hari. Tidak ada pohon di kanan kiri jalan. Lalu lintas lumayan tenang dan sepi. Saat mengitari sebuah tugu kecil di tengah, kami melewati beberapa pilihan belokan, lalu secara acak berbelok ke salah…

  • Paradoks Hahaha

    Makin ke sini, hidup makin kelihatan paradoksnya — tidak cuma hitam-putih dan benar-salah. Ia abu-abu, mejikuhibiniu, ambigu, tidak pasti tapi mewujudnyata setiap waktu. Paradoks itu seperti beberapa ungkapan ini: banyak bertanya itu penting, tapi berhenti bertanya juga nggak jadi masalah yang genting. Seperti juga: banyak mencari ya tidak ada salahnya, tapi berhenti mencari juga enak-enak aja. Ada…

  • Jangan Rajin Mandi

    Suatu kali kubaca berita berjudul “Peneliti: Tidak Perlu Mandi Setiap Hari”. Berita ini masih banyak jurang informasi, karena nggak membahas apa saja manfaat jarang mandi. Terlepas dari kurangnya beberapa jembatan informasi, bagiku, sajian kontennya mayan seru. Sebenarnya, keseruan itu bisa berlipat ganda kalo aku juga diwawancarai. Aku punya pendapat yang lebih asik dan bernas, soal…

  • Beda

    Ini kenyataan. Orang yang tidak bodoh, tahu bahwa cinta memang tak perlu alasan — sejumput sekalipun. Kalau cinta sudah sesak alasan dan penjelasan, namanya berubah jadi barang dagangan — karena barang dagangan selalu punya alasan untuk diperjualbelikan. Padahal cinta bukan barang, apalagi untuk didagangkan. Ia tak bisa dibeli, dijual, diminta, ditawar, dan ditolak — bisanya cuman diberi dan diterima dengan keikhlasan,…

  • David yang Se-David-David-nya

    Semasa teka dan esde cukup sering saya bertanya-tanya, “Mengapa Tuhan menciptakan David sebagai adik saya?” Pertanyaan macam ini selalu muncul ketika saya usai bertengkar dengan David (entah apapun pemicunya), yang akhirnya diakhiri dengan leraian Mbak Siti. Pertengkaran bisa juga kami selesaikan sendiri, namun hampir semuanya saya akhiri dengan tangisan, sedangkan David memilih untuk diam atau…